1. Kenapa Android tidak diperbolehkan lagi dalam penulisan ilmiah (PI)?
Mahasiswa semester 6 di Universitas Gunadarma diharuskan menyusun penulisan ilmiah. Penulisan Ilmiah ini sama dengan skripsi kecil. Di Universitas Gunadarma tidak ada magang atau KKN tapi sebagai gantinya, mahasiswa semester 6 diwajibkan menyusun penulisan ilmiah. Di jurusan Sistem Informasi, penulisan ilmiah bertemakan Android adalah salah satu tema favorit yang sangat sering diambil oleh mahasiswa. Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat seluler layar sentuh seperti telepon pintar dan komputer tablet. Rencananya tahun ini Android tidak diperbolehkan lagi dalam penulisan ilmiah. Mengapa demikian?
Menurut saya alasan mengapa Android tidak diperbolehkan lagi dalam penulisan ilmiah adalah karena sudah terlalu banyak mahasiswa yang mengambil tema Android pada tahun-tahun sebelumnya. Para dosen pembimbing sudah mulai bosan dengan PI yang bertemakan android. Tetapi masih ada beberapa dosen pembibimbing yang memperbolehkan Android untuk dijadikan tema penulisan ilmiah. Intinya, aplikasi-aplikasi berbasis android yang dibuat oleh para mahasiswa tahun sebelumnya sudah sangat banyak. Para dosen menginginkan kita lebih bereksplorasi dalam menyusun penulisan ilmiah karena di zaman modern seperti ini banyak teknologi-teknologi lain yang harus kita kembangkan. Jangan hanya berpatokan pada Android saja.
TUGAS WAJIB 1
Tugas Artikel
Spekulasi dan teori mengenai penyebab musibah inipun bermunculan sejak saat itu. Namun, kepastian mengenai penyebab kecelakaan ini baru didapat dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Salah satu analisis yang muncul datang dari sejumlah peneliti dari Puslitbang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tim yang terdiri dari Prof Edvin Aldrian, Ferdika Amsal, Jose Rizal, dan Kadarsah menganalisis musibah itu dari sisi meteorologis. Penelitian mereka ini kemudian diunggah ke laman BMKG.
Kesimpulan penelitian mereka menyebutkan bahwa cuaca buruk menjadi faktor pemicu terjadinya kecelakaan tersebut. "Analisis awal menunjukkan bahwa pesawat kemungkinan telah terbang masuk ke dalam awan badai," demikian tertulis dalam dokumen di laman BMKG tersebut. Penelitian ini mengindikasikan bahwa cuaca buruk jadi pemicu musibah AirAsia QZ8501.
Sebelumnya, pesawat dengan registrasi PK-AXC tersebut memang hilang kontak saat berada di antara Tanjung Pandan (Belitung Timur) dan Pontianak. Pesawat sempat melakukan kontak terakhir dengan ATC di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 06.12 WIB. Pesawat tersebut terakhir kali terpantau di ketinggian 32.000 kaki di atas permukaan air laut sebelum akhirnya sinyal ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang dipancarkan pesawat hilang.
Saat itu pesawat melaporkan akan menghindari awan Cumulonimbus (Cb) dengan berbelok ke arah kiri, posisi ketinggian pesawat 32.000 kaki dan minta izin untuk menaikkan ketinggian pesawat menjadi 38.000 kaki. Kemudian pada pukul 06.17 WIB, pesawat hilang kontak.
Dari penelitian ini terungkap juga bahwa pesawat berbelok ke kiri 329° di atas Laut Jawa, setelah lepas landas pukul 05.36 waktu setempat.
Pada pukul 05:54, ketinggian pesawat mencapai FL320 (32.000 kaki). Kemudian pesawat merubah arah ke kiri menjadi 319°. 10 menit kemudian merubah lagi arah sedikit ke arah 310°. Pesawat terlihat terakhir di layar monitor ACC radar pada pukul 06:24 WIB.
Pada saat itu pesawat sedang melakukan deviasi (pengalihan arah) dari yang telah direncanakan karena alasan cuaca buruk. Pesawat meminta kenaikan ketinggian dari 32.000 kaki ke 38.000 kaki.
"Dari beberapa kali manuver perubahan arah (heading) yang dilakukan oleh pesawat tersebut diperkirakan pesawat menghindari cuaca buruk yang menghadang di depannya. Diperkirakan QZ8501 terjebak cuaca buruk yang sulit dihindari ketika sedang berada di atas Selat Karimata dekat Pulau Belitung."
Penelitian ini juga memadukan data kondisi cuaca di rute QZ8501 saat itu. "Dokumen penerbangan yang diberikan oleh kantor BMKG menunjukkan bahwa pada rute yang akan dilewati selama pesawat cruising level terdapat kondisi yang cukup mengkhawatirkan."
Icing
Salah satu data yang dipakai tim Puslitbang BMKG adalah citra satelit IR. Saat kejadian, citra menunjukkan suhu puncak awan yang ada di jalur penerbangan QZ8501 mencapai-80º hingga 85ºC (warna violet). "Yang berarti terdapat butiran-butiran es di dalam awan tersebut (icing)."
Hal tersebut juga menunjukkan bukti bahwa ada beberapa puncak awan yang menjulang tinggi pada jalur penerbangan yang dilewati.
Berdasarkan data yang tersedia di lokasi terakhir pesawat yang diterima cuaca adalah faktor pemicu terjadinya kecelakaan tersebut. Fenomena cuaca yang paling memungkinkan adalah terjadinya icing yang dapat menyebabkan
mesin pesawat mengalami kerusakan karena pendinginan
Hal ini hanyalah salah satu analisis kemungkinan yang terjadi berdasarkan data meteorologis yang ada, dan bukan merupakan keputusan akhir tentang penyebab terjadinya insiden tersebut.
Kutipan :
- "Analisis awal menunjukkan bahwa pesawat kemungkinan telah terbang masuk ke dalam awan badai," demikian tertulis dalam dokumen di laman BMKG tersebut.
Sumber: http://www.rtv.co.id/read/news/975/analisis-penyebab-kecelakaan-airasia-qz8501
Izin Terbang Ilegal
Kemenhub Duga Tidak Hanya Air Asia
Jakarta, KOMPAS - Sejak Sabtu (3/1), Kementerian Perhubungan meminta keterangan sejumlah pihak untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab terkait izin terbang ilegal maskapai AirAsia rute Surabaya-Singapura. Dari beberapa keterangan diduga izin ilegal banyak digunakan sejumlah maskapai.
"Kami telah meminta keterangan beberapa pihak yang mengeluarkan izin terbang Air Asia itu, termasuk internal Kemenhub. Saya menyatakan itu izin ilegal karena tak pernah ada persetujuan dari Kemenhub. Saya menduga hal seperti ini juga dilakukan maskapai lain" Kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Kompas, terkait jadwal terbang AirAsia yang ilegal kemarin Menhub meminta keterangan direksi PT Angkasa Pura I yang membawahkan pengelolaan Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Lembaga AirNav Cabang Juanda yang mengelola navigasi penerbangan di bandara itu, dan koordinator slot penerbangan internasional.
"Pemeriksa dari Kemenhub juga akan turun ke lapangan. Mereka akan memeriksa semua pihak terkait. Untuk AirAsia diketahui penggunaan jadwal itu sejak 28 Oktober. Kami akan periksa sampai ketemu semua yang bertanggung jawab mengeluarkan izin itu." kata Jonan.
Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko menyatakan akan ada tahapan evaluasi setelah izin penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapur dibekukan. Selama tahapan evaluasi belum tuntas, AirAsia tidak akan banyak berkomentar. "Kami akan sepenuhnya bekerja sama dalam tahapan evaluasi tersebut" kata Sunu di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya.
Kutipan
- "Kami telah meminta keterangan beberapa pihak yang mengeluarkan izin terbang Air Asia itu, termasuk internal Kemenhub. Saya menyatakan itu izin ilegal karena tak pernah ada persetujuan dari Kemenhub. Saya menduga hal seperti ini juga dilakukan maskapai lain" Kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Jakarta, kemarin.
- "Kami akan sepenuhnya bekerja sama dalam tahapan evaluasi tersebut" kata Sunu di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya.
RESENSI BUKU
RESENSI BUKU PERTAMA
IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I)
Penulis : Hery, S.E., M.SI.
Penerbit : CAPS (Center of Academic Publishing Service)
Cetakan : Pertama, 2013
Tebal : 112 halaman
TENTANG PENULIS
Hery, S.E., M.SI., lahir di Jakarta pada tanggal 06 September 1975. Tamat Sarjan Akuntansi (1998) dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Lulus Magister Sains Akuntansi, konsentrasi Pemeriksaan Akuntansi dan Akuntansi Keuangan (2004) dari Program Pasca Sarjana Universitas Trisakti. Saat ini, sebagai mahasiswa Program Doktoral (S3) Ilmu Akuntansi, Universitas Trisakti. Pernah bekerja di Kantor Akuntan Publik Hans Tuanakota Mustofa, dan PT. Asuransi Wahana Tata. Saat ini, sebagai dosen Akuntansi Keuangan di Atma Jaya Catholic University (Jakarta).
SINOPSIS
Standar auditing merupakan pedoman umum untuk membantu auditor dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya sehubungan dengan audit yang dilakukan atas laporan keuangan historis kliennya.
Buku Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I) ini membahas tentang standar audit, laporan audit, materialitas, tanggung jawab manajemen, tanggung jawab auditor, asersi manajemen, tujuan audit atas transaksi, saldo, penyajian dan pengungkapan, jenis bukti audit, prosedur analitis, dan audit atas pengendalian internal.
Buku ini juga dapat dijadikan referensi bagi para mahasiswa S1 maupun S2 Akuntansi, khususnya yang sedang mengambil mata kuliah Auditing.
KELEBIHAN
1. Bahasa yang digunakan cukup mudah untuk dimengerti dan tidak bertele-tele
2. Terdapat tabel-tabel yang memudahkan pembaca untuk mengerti isi dari buku ini
KEKURANGAN
1. Tidak terdapat gambar yang menarik untuk memudahkan pembaca agar cepat mengerti isi dari buku ini
2. Isi dari buku ini teralalu singkat, sehingga tidak menjelaskan isi secar detail
RESENSI BUKU KEDUA

Judul Buku : MySQL untuk Pemula
Penulis : Jubilee Enterprise
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, Jakarta
Cetakan : Pertama, Oktober 2014
Tebal : 140 halaman
PERENCANAAN KARANGAN
PENALARAN KARANGAN
10. Buatlah
paragraf analisis ekspositoris yang disusun dengan deduksi ilmiah. Panjang
karangan 5 paragraf. Diskusikan jawaban Anda bersama teman Anda untuk
menghasilkan jawaban yang sempurna
sepuluh tahun yang lalu hutan bakau dibabat habis-habisan. Lahan bekas hutan bakau disulap menjadi tambak udang windu. Memang, pada waktu itu pengusaha udang windu memperoleh keuntungan besar karena harganya sangat mahal di luar negeri. Akan tetapi, setelah udang windu tidak laku lagi di pasaran internasional, para pengusaha kembali ke kota dan meninggalkan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari pembabatan hutan bakau yang telah dilakukan beberapa tahun yang lalu. laut menjadi tercemar karena hutan bakau yang berfungsi sebagai penyaring limbah yang masuk ke laut sudah tidak ada lagi. saat ini puluhan ribu nelayan sulit menghidupi keluarganya karena tidak ada ikan yang bisa ditangkap di tepi pantai.
Bekerjasama dalam Team (Kelompok) atau Team Work
1. Pengertian dan Karakteristik Kelompok
Pengertian: kelompok adalah kumpulan 2 orang atau lebih yang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi untuk suatu tujuan tertentu yang dipahami bersama
Karakteristik:
- merupakan kumpulan yang beranggotakan lebih dari satu orang, yang berarti adanya karakteristik yang berbeda dari setiap orang
- adanya interaksi diantara kumpulan orang tersebut
- adanya tujuan bersama yang ingin dicapai
3. Kekuatan Team Work
Teamwork adalah "pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa asosiasi dengan masing-masing melakukan bagian tetapi semua mensubordinasi keunggulan pribadi untuk efisiensi keseluruhan."
dalam teknik akuntansi lingkungan bisnis dapat digunakan untuk memberikan tindakan keuangan manfaat kerja sama tim yang berguna untuk membenarkan konsep. teamwork semakin dianjurkan oleh pembuat kebijakan perawatan kesehatan sebagai sarana menjamin kualitas dan kemanan dalam pengiriman layanan, sebuah komite dari Intitute of Medicine merekomendasikan pada tahun 2000 bahwa program keselamatan pasien "mendirikan program pelatihan tim interdisipliner bagi penyedia yang menggabungkan metode terbukti pelatihan tim, seperti simulasi."
dalam perawatan kesehatan, analisis konsep sistematis pada tahun 2008 menyimpulkan kerja sama tim untuk menjadi "sebuah proses dinamis yang melibatkan dua atau lebih profesional kesehatan dengan latar belakang pelengkap dan keterampilan, berbagi tujuan kesehatan umum dan berolahraga upaya fisik dan mental bersama dalam menilai, merencanakan, atau mengevaluasi perawatan pasien. " di tempat lain kerja sama tim didefinisikan sebagai" perilaku-perilaku yang memfasilitasi interaksi anggota tim yang efektif, "dengan" tim "didefinisikan sebagai" sekelompok dua atau lebih individu yang melakukan beberapa tugas yang terkait dengan pekerjaan. berinteraksi satu sama lain secara dinamis, memiliki masa lalu bersama, memiliki berbagi masa mendatang, dan berbagi nasib yang sama. "definisi lain untuk kerja sama tim yang diusulkan pada tahun 2008 adalah komponen saling tergantung kinerja yang diperlukan untuk secara efektif mengkoordinasikan kinerja beberapa individu. speperti itu, kerja sama tim bersarang di dalam konsep yang lebih luas dari kinerja tim yang juga termasuk tingkat individu taskwork. tinjauan literatur akademik menemukan bahwa kerja tim telah digunakan sebagai mencakup semuanya untuk merujuk sejumlah proses perilaku dan negara muncul
4. Implikasi Manajerial
menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau manajemen.
dalam manajemen terdapat 2 implikasi, yaitu:
1. implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
referensi:
Konflik dalam Organisasi Karakteristik Kelompok - lista.staff.gunadarma.ac.id
Budaya Kerja dan Kerjasama Tim - Dr Jaka Warsihna, M. Si
http://dellasophia312.blogspot.com/2013/10/team-work-dan-implikasi-manajerial.html





